wow..
multikulturalisme dan persatuan merupakan hal yang bertolak belakang di mata saya. namun bangsa kita justru menjadikan 2 aspek ini sebagai semboyan. bhineka tunggak ika. hehe
sesungguhnya, kalau saya boleh berpendapat, sangat absurd untuk menjadi dewasa dan mengemban slogan tersebut dan tertanam pada jiwa. saya pikir, bangsa ini baru benar2 akan bersatu (baru sadar) saat ditekan dengan dahsyatnya oleh musuh dari luar (perang penjajahan). kalo sekarang2 ini, saya kira bhinneka tunggal ika hanyalah obralan untuk ajang promosi wisata dan hal2 remeh temeh lainya.
hehehe.
terlalu dangkal ilmu saya untuk mengkaji multikulturalisme, hehe. mohon maaf jika menyakitai hati^^
copey berkata,
Desember 7, 2008 pada 3:26 am
wow..
multikulturalisme dan persatuan merupakan hal yang bertolak belakang di mata saya. namun bangsa kita justru menjadikan 2 aspek ini sebagai semboyan. bhineka tunggak ika. hehe
sesungguhnya, kalau saya boleh berpendapat, sangat absurd untuk menjadi dewasa dan mengemban slogan tersebut dan tertanam pada jiwa. saya pikir, bangsa ini baru benar2 akan bersatu (baru sadar) saat ditekan dengan dahsyatnya oleh musuh dari luar (perang penjajahan). kalo sekarang2 ini, saya kira bhinneka tunggal ika hanyalah obralan untuk ajang promosi wisata dan hal2 remeh temeh lainya.
hehehe.
terlalu dangkal ilmu saya untuk mengkaji multikulturalisme, hehe. mohon maaf jika menyakitai hati^^
*saya blom nonton pelm cengceng po*
jono terbakar berkata,
Juni 24, 2009 pada 9:14 am
halo mas e
kinkin berkata,
Agustus 6, 2010 pada 2:14 pm
bang popo!
bakti berkata,
Agustus 9, 2010 pada 8:00 am
oi… begitulah…